Februari 4, 2026
Pelaku-menganiaya-siswa-SMP-Xaverius-2-Bandar-Lampung

Bandar Lampung – Dugaan perundungan dialami seorang siswa SMP Xaverius 2 Bandar Lampung berinisial L (15). Ia disebut menjadi korban perundungan oleh teman satu sekolahnya, R (15). Kasus ini kini bergulir ke ranah hukum.

Ibu korban, Linggawati Theja (39), menuturkan bahwa anaknya masih trauma untuk bersekolah karena perlakuan semena-mena dari pelaku. Peristiwa bermula saat L disiram air oleh R hingga seragamnya basah pada Jumat (1/8/2025).
“Anak saya mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari R. Mulanya anak saya disiram hingga seragamnya basah sebulan lalu,” kata Linggawati, Selasa (23/9/2025).

Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah memanggil R. Namun, karena kesal diadukan, R justru mengancam korban. Pada kesempatan lain, R bahkan mengambil ponsel milik L yang sebelumnya dikumpulkan dalam kotak saat jam pelajaran.
“Pada momen tersebut, anak saya dapat ancaman. Kata pelaku, kalau mau handphone tersebut ikut dengannya. Mau tidak mau anak saya menuruti,” jelas Linggawati.

Lebih jauh, ia menyebut anaknya dianiaya oleh R bersama sejumlah rekannya. L dipaksa berkelahi hingga mengalami sakit di bagian kepala dan muntah. “Anak saya mendapatkan penganiayaan oleh para pelaku. Akhirnya saya laporkan ke pihak kepolisian,” tambahnya.

Laporan polisi tercatat dengan nomor LP/B/1378/4X/2025/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG tanggal 20 September 2025 pukul 17.15 WIB.

Kuasa hukum korban, Putri Maya Rumanti, membenarkan laporan tersebut. “Kami awalnya sudah berkomunikasi dengan sekolah, tapi tidak ada tanggapannya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Xaverius Tanjungkarang, Gisik Priyambo, menjelaskan bahwa informasi terkait kasus ini baru diterima yayasan pada 19 September 2025.
“Berdasarkan konfirmasi kami ke sekolah, orang tua siswa melaporkan kejadian tersebut pada 17 September 2025. Saat ini sekolah sedang berupaya menyelesaikan permasalahan itu,” kata Gisik.

Menurutnya, anak-anak yang terlibat sebelumnya memang pernah bermasalah dan sudah mendapat pembinaan dari sekolah. Ia menegaskan, peristiwa ini terjadi di luar jam pelajaran dan di luar lingkungan sekolah.
“Kasus tersebut sudah diselesaikan secara damai. Sekolah telah berupaya melakukan mediasi dan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat,” ujarnya.

Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, Sisilia Surasi Andrian, juga menegaskan kedua pihak telah berdamai. “Kami terus mengakomodir anak-anak kami,” kata Sisilia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *