Februari 4, 2026
1094762332

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya memperkuat mitigasi bencana dengan menitikberatkan pada pelestarian alam. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut langkah ini sebagai kunci utama mencegah banjir, longsor, hingga bencana ekologis lain yang kerap melanda wilayah Lampung.

Pernyataan itu disampaikan Rahmat seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian Provinsi Lampung di Ruang Sungkai Balai Keratun, Kantor Gubernur. Menurutnya, mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan penanganan darurat, melainkan harus dimulai dari pencegahan dini melalui pelestarian hutan lindung, kawasan konservasi, dan taman nasional.

“Langkah pertama kami dalam mitigasi adalah menjaga kelestarian lingkungan. Hutan lindung, kawasan konservasi, dan taman nasional tidak boleh ditebangi, dirambah, atau dialihfungsikan. Kawasan itu adalah benteng utama kita dari banjir dan bencana lain. Jika rusak, maka risiko bencana akan semakin besar,” tegas Rahmat.

Dalam beberapa bulan terakhir, Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus mengalami banjir dan tanah longsor akibat curah hujan ekstrem. Kejadian ini menjadi alarm penting bahwa daya dukung lingkungan semakin terancam sehingga perlu langkah cepat dan terintegrasi untuk mencegah bencana di masa depan.

Rahmat mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal, untuk ikut menjaga hutan dan lingkungan agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat Lampung,” ujarnya.

Terkait banjir besar yang baru-baru ini terjadi, Pemprov Lampung telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk memastikan penanganan cepat, mulai dari penyediaan bantuan darurat, evakuasi warga, hingga pemulihan infrastruktur vital.

Selain itu, Pemprov juga menyiapkan program jangka panjang berupa reboisasi, pengendalian alih fungsi lahan, serta edukasi mitigasi bencana di tingkat masyarakat. Program ini akan melibatkan akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak swasta agar keberlanjutan upaya pelestarian lingkungan dapat terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *